materi.php

Tanggal 21 Februari

Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bibirku bersorak-sorai sementara menyanyikan mazmur bagi-Mu, juga jiwaku yang telah Kaubebaskan. (Mazmur 71:23)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

24 Dan setelah beberapa hari datanglah Feliks bersama-sama dengan isterinya Drusila, seorang Yahudi; ia menyuruh memanggil Paulus, lalu mendengar dari padanya tentang kepercayaan kepada Yesus Kristus. 25 Tetapi ketika Paulus berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman yang akan datang, Feliks menjadi takut dan berkata: "Cukuplah dahulu dan pergilah sekarang; apabila ada kesempatan baik, aku akan menyuruh memanggil engkau." (Kisah Para Rasul 24:24, 25)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kebenaran yang sejati adalah kebenaran yang utuh, sebab separuh kebenaran bukanlah kebenaran yang sesungguhnya. Sebagai contoh, pernyataan bahwa untuk hidup secara sehat orang tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Pernyataan ini bersifat separuh kebenaran. Sebab memang untuk hidup secara sehat orang tidak harus melakukan olahraga yang mewah, seperti misalnya bermain golf. Namun demikian untuk hidup sehat orang tetap harus membayar harga yang tinggi, bukan secara keuangan namun dalam gaya hidup. Di antaranya ia harus mendisiplinkan diri dengan berolahraga secara teratur dan beristirahat secara cukup. Oleh karena itu kebenaran yang sejati bukanlah kebenaran yang bersifat separuh, namun kebenaran yang seutuhnya.

 

Kebenaran yang utuh itulah yang diwartakan Paulus di dalam memberitakan Injil. Di dalam Kisah Para Rasul 24 dicatat bahwa Feliks, wali negeri kekaisaran Romawi, ingin mendengar tentang iman Paulus. Menanggapinya Paulus menyampaikan seluruh kebenaran. Ia tidak hanya berbicara tentang berkat yang akan dialami oleh pengikut Kristus, namun juga tentang pentingnya penguasaan diri dan akan datangnya penghakiman Tuhan. Walaupun Feliks belum siap untuk mendengar seluruh kebenaran itu, tetapi Paulus tidak sudi mengencerkan berita Injil yang ia wartakan. Dengan kata lain, orang yang benar tidak akan menyampaikan kebenaran yang hanya separuh namun yang utuh.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Mengapa banyak orang yang suka menyampaikan separuh kebenaran? Apakah yang harus Anda lakukan agar Anda tidak hidup dengan sikap yang sama?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, apabila dunia di mana aku hidup adalah dunia yang penuh dengan kepalsuan, ajarlah diriku untuk hidup di dalam kesejatian. Apabila lingkungan di mana aku berada diwarnai dengan kebenaran yang semu, pakailah hidupku untuk mewartakan kebenaran yang sejati. Apabila kebanyakan orang ingin hidup sekadar untuk menyenangkan telinga orang lain, walaupun untuk itu mereka mengencerkan kebenaran dengan menjadikannya separuh kebenaran, tolonglah diriku untuk tetap hidup di dalam kebenaran yang utuh. Sebab Engkaulah sumber kebenaran yang sejati dan hanya di dalam kebenaran yang sejati itulah manusia akan mengalami kemerdekaan dari kepalsuan, kepura-puraan dan kebinasaan.

 

Pada pagi hari ini aku mengucap syukur kepada-Mu untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepadaku. Tolonglah diriku agar dapat mengisi waktu dan kesempatan yang Engkau berikan kepadaku di sepanjang hari ini dengan kehidupan yang menyenangkan hati-Mu. Untuk itu tuntunlah hidupku dengan firman-Mu, karena firman-Mu itulah kebenaran yang sesungguhnya. Jangan biarkan aku melangkah ke jalan yang salah, luputkanlah diriku dari pencobaan, dan lepaskanlah diriku dari yang jahat. Berkatilah semua yang kukerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. Mampukanlah diriku dengan pertolongan Roh Kudus-Mu agar semua yang kulakukan pada hari ini menyenangkan hati-Mu. Supaya dengan demikian hidupku merupakan persembahan yang harum dan berkenan kepada-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Kebenaran yang memerdekakan, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Kisah Para Rasul 24

Mazmur 52

Imamat 14-15

 

 

 

 

Music: Cantate Domino Canticum Novum

Composer: Taizé

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 


  

Tanggal 21 Februari

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! (Mazmur 43:3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya. 11 Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di depan orang-orang yang Kaukasihi! (Mazmur 52:10, 11)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, hanya dekat Engkau saja aku tenang. Dengan tinggal di dalam hadirat-Mu, yaitu berada dekat dengan diri-Mu, aku mengalami damai sejahtera yang berlimpah-limpah. Di setiap kesulitan yang kuhadapi Engkau yang bertindak membela diriku. Di setiap kesukaran yang menghadang Engkau senantiasa membuka jalan pertolongan bagi hidupku. Di setiap pintu yang tertutup yang menghalangi perjalanan hidupku Engkau senantiasa menyediakan jalan keluar untuk diriku. Sehingga dengan demikian hidupku bagaikan pohon zaitun yang senantiasa segar, menghasilkan buah, dan hidup secara produktif untuk memuliakan nama-Mu.

 

Aku percaya kasih setia-Mu tetap untuk selama-lamanya. Tidak pernah Engkau meninggalkan buatan tangan-Mu, tetapi dengan setianya Engkau senantiasa memegang hidupku di dalam genggaman tangan-Mu. Tidak pernah Engkau mengabaikan hidupku, tetapi dengan kasih-Mu yang tidak berkesudahan itu Engkau memelihara hidupku di sepanjang masa. Di setiap musim kehidupan yang kulalui Engkau tidak pernah mengingkari janji-Mu. Tetapi dengan rahmat-Mu yang senantiasa baru Engkau menjamin hidupku. Kepada-Mu ya Tuhan aku berserah. Berkatilah semua yang kukerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

 

 

Music: Seigneur, Tu Gardes Mon Ame

Composer: Taizé

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 


  

Tanggal 21 Februari

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. (Mazmur 42:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

33 TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: 34 "Apabila kamu masuk ke tanah Kanaan yang akan Kuberikan kepadamu menjadi milikmu dan Aku mendatangkan tanda kusta di sebuah rumah di negeri milikmu itu, 35 maka pemilik rumah itu harus datang memberitahukannya kepada imam: Ada kelihatan seperti tanda kusta di rumahku. 36 Maka imam harus memerintahkan supaya rumah itu dikosongkan, sebelum ia datang memeriksa tanda kusta itu, supaya jangan menjadi najis segala yang ada di dalam rumah itu, dan sesudah itu barulah imam datang untuk memeriksanya. (Imamat 14:33-36)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kehidupan yang bugar adalah kehidupan yang secara rohani, jiwani dan jasmani dalam keadaan yang terpadu dan sehat. Artinya orang tidak boleh hanya memprioritaskan salah satu dari ketiga aspek tersebut dan mengabaikan aspek-aspek kehidupan lainnya. Sebagai contoh, orang yang bugar tidak akan hanya memperhatikan kesehatan rohaninya dan mengabaikan kehidupan jiwani ataupun jasmaninya. Demikian juga ia tidak akan hanya memperhatikan kesehatan jasmani dan mengabaikan pentingnya untuk memelihara kesehatan rohaninya. Singkat kata, agar mengalami hidup yang bugar maka ketiga aspek tersebut haruslah dipelihara secara utuh dan bertanggung jawab.

 

Kebenaran ini Allah kemukakan kepada umat-Nya di dalam Imamat 14. Di situ antara lain Allah menjelaskan tentang tugas seorang imam di dalam memastikan kesehatan dari suatu rumah tempat tinggal. Apabila rumah itu ditumbuhi oleh sejenis cendawan maka sang imam harus menyatakan bahwa bangunan itu telah terkena kusta. Selanjutnya Tuhan menguraikan langkah-langkah yang harus ditempuh oleh sang imam agar rumah kediaman umat-Nya tersebut kembali menjadi sehat dan layak untuk dihuni. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan bukan hanya memperhatikan kesehatan rohani dari umat-Nya, namun Ia juga mempedulikan kesehatan jasmani mereka. Memang kehidupan yang bugar adalah kehidupan yang sehat baik secara rohani, jiwani maupun jasmani.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu Anda lakukan untuk memelihara kebugaran hidup Anda? Sudahkah Anda melakukannya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau bersedia memberkati hidupku dengan kehidupan yang bugar, baik di dalam kehidupan rohani, jiwani maupun jasmani. Berkat-Mu itu bersifat utuh dan kebaikan-Mu menjamin seluruh hidupku. Di dalam anugerah-Mu aku tidak kekurangan apapun juga yang kuperlukan bagi hidupku. Dengan firman-Mu Engkau memelihara kehidupan rohaniku. Dengan Roh-Mu Engkau memuaskan dahaga jiwaku. Melalui kehadiran-Mu Engkau memenuhi hatiku dengan damai sejahtera-Mu. Melalui pertolongan-Mu Engkau memampukan diriku untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawabku di dalam keberhasilan. Sungguh Tuhan, di dalam berkat-Mu aku mengalami hidup yang berbahagia secara berlimpah-limpah.

 

Aku berterima kasih kepada-Mu karena Engkau telah membimbing hidupku di sepanjang hari ini dengan kebenaran-Mu. Tidak pernah Engkau membiarkan diriku melangkah ke jalan yang keliru, namun dengan hikmat-Mu Engkau menolong diriku agar dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Sehingga dengan demikian aku terhindar dari pencobaan dan tidak usah terjerumus ke dalam jurang kehancuran. Dengan kasih setia-Mu Engkau memakai hidupku menjadi alat-Mu yang memuliakan nama-Mu. Oleh pertolongan Roh Kudus-Mu Engkau menyanggupkan diriku mengerjakan hal-hal mulia yang melampaui keterbatasan diriku. Dengan demikian kehidupanku yang hanya satu kali di dunia ini dapat menjadi hidup yang penuh makna dan tidak sia-sia. Kepada-Mu aku berharap dan di dalam nama Yesus Kristus, Tuhanku yang hidup, aku menyerahkan masa depan dan doaku ini. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

 

 

Music: Adoramus te Christe

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.