Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Selasa, 23 Januari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu. (Mazmur 119:18)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih. 27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. 28 Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan. (Matius 23:26-28)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Sesuai dengan pepatah, yaitu jangan menilai buku dari sampulnya demikianlah kita jangan menilai orang hanya dari tampilan lahiriahnya saja. Memang pada umumnya orang menilai orang lain dari pandangan kasat mata, namun sebenarnya penilaian tersebut tidaklah akurat. Sebab bisa jadi seseorang nampak sebagai pribadi yang saleh, jujur, dan lemah lembut, padahal sesungguhnya hati yang bersangkutan bertolak belakang dengan keadaan tersebut. Oleh karena itu lebih daripada hanya menata tampilan lahiriah, yaitu agar dipuji orang, kita harus membereskan kehidupan batiniah agar sesuai dengan kehendak Tuhan.

 

Pentingnya kehidupan batiniah yang beres inilah yang dikemukakan oleh Tuhan Yesus kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi seperti yang dicatat di dalam Matius 23. Di situ dicatat bahwa Ia mengecam para pemuka agama Yahudi tersebut karena mereka telah hidup di dalam kemunafikan. Dari luar mereka nampak seperti kubur yang dilabur putih, namun di dalamnya penuh dengan kotoran. Dengan kata lain, bagi Tuhan Yesus isi buku lebih penting daripada sampulnya yang indah, atau kehidupan batiniah yang sesuai dengan firman-Nya lebih penting daripada penampilan lahiriah yang dikagumi orang.

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudah bereskah keadaan batiniah Anda? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku sadar bahwa bukan saja acapkali aku menilai orang berdasarkan penampilan lahiriahnya lebih daripada menimbang keadaan batiniahnya, aku juga memperlakukan hal yang sama terhadap diriku sendiri. Aku lebih suka menata penampilan lahiriahku agar dipuji orang daripada membereskan kehidupan batiniahku agar berkenan kepada-Mu. Tuhan, ampunilah sikapku yang munafik ini.

 

Tuhan, aku berterima kasih kepada-Mu untuk kemurahan-Mu atas diriku. Engkau menuntun hidupku untuk berjalan di dalam kebenaran-Mu dan melimpahi diriku dengan kebaikan-Mu. Di dalam kasih-Mu Engkau memperingatkanku apabila aku menempuh jalan yang salah dan dengan lemah lembut Engkau membimbing aku kepada kehendak-Mu. Oleh sebab itu aku mempercayakan hidupku ini ke dalam tangan-Mu. Sertailah aku di sepanjang hari ini dan jadikanlah semua yang aku lakukan berhasil serta menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Sang Gembala yang Baik, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 23

Mazmur 23

Kejadian 45-46

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Selasa, 23 Januari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu! (Mazmur 51:16)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.(Mazmur 23:1-3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau berkenan untuk menempatkan diri-Mu sebagai gembalaku. Dengan penuh kasih sayang Engkau memelihara hidupku. Dengan penuh rahmat Engkau menuntun diriku di jalan-Mu yang benar. Dengan penuh tanggung jawab Engkau menjaga diriku dari mara bahaya dan melindungi aku dari semua orang yang bermaksud buruk kepadaku. Tuhan di dalam naungan-Mu aku mengalami damai sejahtera sebab aku tidak kekurangan apapun yang baik yang aku perlukan bagi hidupku di masa kini maupun yang akan datang.

 

Ya, Tuhan kembali aku menyerahkan diriku dan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Tolonglah aku di dalam memelihara imanku. Jadikanlah diriku saksi-Mu di manapun aku berada. Teguhkanlah kesaksian hidupku dengan kuasa-Mu. Berkatilah diriku dengan keberhasilan di dalam semua hal yang aku kerjakan dan yang berkenan kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sang Gembala Agung yang mengasihi kawanan domba-Nya aku berdoa. Amin.

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Selasa, 23 Januari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

8 Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur. 9 Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman. (Mazmur 4:8, 9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Lalu firman-Nya: "Akulah Allah, Allah ayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana. 4 Aku sendiri akan menyertai engkau pergi ke Mesir dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali; dan tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak matamu nanti."

5 Lalu berangkatlah Yakub dari Bersyeba, dan anak-anak Israel membawa Yakub, ayah mereka, beserta anak dan isteri mereka, dan mereka menaiki kereta yang dikirim Firaun untuk menjemputnya. 6 Mereka membawa juga ternaknya dan harta bendanya, yang telah diperoleh mereka di tanah Kanaan, lalu tibalah mereka di Mesir, yakni Yakub dan seluruh keturunannya bersama-sama dengan dia. 7 Anak-anak dan cucu-cucunya laki-laki dan perempuan, seluruh keturunannya dibawanyalah ke Mesir. (Kejadian 46:3-7)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Allah sanggup memberkati umat-Nya tanpa bergantung kepada tempat di mana kita sedang berada. Adakalanya orang berpendapat bahwa ia tidak dapat mengalami keberhasilan karena dirinya berada di tempat yang sukar. Dengan kata lain, ia beranggapan bahwa keberhasilan dirinya tergantung kepada lokasi dan bukan kepada Allah. Atau, kalaupun ia percaya bahwa hidupnya tergantung kepada Allah, namun Allah tidak dapat memberkati karena Ia dibatasi oleh lokasi. Padahal yang benar adalah bahwa Allah tidak dapat dibatasi oleh apapun juga. Lokasi yang sukarpun tidak akan mampu membatasi kesanggupan-Nya. Itu sebabnya Ia sanggup untuk memberkati umat-Nya di manapun mereka sedang berada.

 

Hal tersebut Allah kemukakan di dalam Kejadian 46. Kepada Yakub Ia berkata agar jangan takut untuk pergi ke Mesir guna tinggal bersama dengan anaknya, yaitu Yusuf. Allah berjanji bahwa Ia akan membuat Yakub menjadi bangsa yang besar di negeri Mesir. Dengan kata lain, Allah akan menggenapi janji yang pernah Ia ucapkan kepada Abraham dan Ishak, yaitu kakek dan ayah dari Yakub, walaupun Yakub tinggal di Mesir. Singkat kata, Ia sanggup memberkati Yakub di manapun dirinya sedang berada. Tidak ada keadaan yang sesukar apapun juga yang dapat membatasi Allah untuk menggenapi janji-Nya.

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Jika Allah tidak dapat dibatasi oleh lokasi, lalu menurut Anda apakah yang membatasi berkat-Nya atas diri Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ampunilah diriku karena adakalanya aku meragukan kemampuan dan kebaikan-Mu. Sehingga sebaliknya dengan sungguh-sungguh bergantung kepada-Mu, aku acapkali lebih mengandalkan manusia dan diriku sendiri. Padahal sikap bimbang inilah yang membatasi diriku dari mengalami berkat-berkat-Mu. Tuhan, tambahkanlah imanku dan tolonglah diriku untuk tetap berserah kepada-Mu serta menaati firman-Mu. Sehingga di manapun dan di dalam situasi yang bagaimanapun aku tetap dapat mengalami seluruh kebaikan dan berkat-berkat-Mu.

 

Ya, Allahku, aku berterima kasih untuk kesempatan yang telah Engkau berikan kepadaku untuk menikmati kemurahan-Mu di sepanjang hari ini. Engkau telah membuka berbagai kesempatan yang indah bagi diriku untuk mengalami kasih setia-Mu. Engkau juga menjamin masa depanku dengan hari esok yang indah dan penuh pengharapan. Aku mengucap syukur dan memasrahkan seluruh hidupku ke dalam tangan-Mu melalui Yesus Kristus, Sang Pengantara yang Tunggal. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Selasa, 23 Januari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu. (Mazmur 119:18)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih. 27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. 28 Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan. (Matius 23:26-28)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Sesuai dengan pepatah, yaitu jangan menilai buku dari sampulnya demikianlah kita jangan menilai orang hanya dari tampilan lahiriahnya saja. Memang pada umumnya orang menilai orang lain dari pandangan kasat mata, namun sebenarnya penilaian tersebut tidaklah akurat. Sebab bisa jadi seseorang nampak sebagai pribadi yang saleh, jujur, dan lemah lembut, padahal sesungguhnya hati yang bersangkutan bertolak belakang dengan keadaan tersebut. Oleh karena itu lebih daripada hanya menata tampilan lahiriah, yaitu agar dipuji orang, kita harus membereskan kehidupan batiniah agar sesuai dengan kehendak Tuhan.

 

Pentingnya kehidupan batiniah yang beres inilah yang dikemukakan oleh Tuhan Yesus kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi seperti yang dicatat di dalam Matius 23. Di situ dicatat bahwa Ia mengecam para pemuka agama Yahudi tersebut karena mereka telah hidup di dalam kemunafikan. Dari luar mereka nampak seperti kubur yang dilabur putih, namun di dalamnya penuh dengan kotoran. Dengan kata lain, bagi Tuhan Yesus isi buku lebih penting daripada sampulnya yang indah, atau kehidupan batiniah yang sesuai dengan firman-Nya lebih penting daripada penampilan lahiriah yang dikagumi orang.

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudah bereskah keadaan batiniah Anda? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku sadar bahwa bukan saja acapkali aku menilai orang berdasarkan penampilan lahiriahnya lebih daripada menimbang keadaan batiniahnya, aku juga memperlakukan hal yang sama terhadap diriku sendiri. Aku lebih suka menata penampilan lahiriahku agar dipuji orang daripada membereskan kehidupan batiniahku agar berkenan kepada-Mu. Tuhan, ampunilah sikapku yang munafik ini.

 

Tuhan, aku berterima kasih kepada-Mu untuk kemurahan-Mu atas diriku. Engkau menuntun hidupku untuk berjalan di dalam kebenaran-Mu dan melimpahi diriku dengan kebaikan-Mu. Di dalam kasih-Mu Engkau memperingatkanku apabila aku menempuh jalan yang salah dan dengan lemah lembut Engkau membimbing aku kepada kehendak-Mu. Oleh sebab itu aku mempercayakan hidupku ini ke dalam tangan-Mu. Sertailah aku di sepanjang hari ini dan jadikanlah semua yang aku lakukan berhasil serta menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Sang Gembala yang Baik, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 23

Mazmur 23

Kejadian 45-46

 

Selasa, 23 Januari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu! (Mazmur 51:16)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.(Mazmur 23:1-3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau berkenan untuk menempatkan diri-Mu sebagai gembalaku. Dengan penuh kasih sayang Engkau memelihara hidupku. Dengan penuh rahmat Engkau menuntun diriku di jalan-Mu yang benar. Dengan penuh tanggung jawab Engkau menjaga diriku dari mara bahaya dan melindungi aku dari semua orang yang bermaksud buruk kepadaku. Tuhan di dalam naungan-Mu aku mengalami damai sejahtera sebab aku tidak kekurangan apapun yang baik yang aku perlukan bagi hidupku di masa kini maupun yang akan datang.

 

Ya, Tuhan kembali aku menyerahkan diriku dan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Tolonglah aku di dalam memelihara imanku. Jadikanlah diriku saksi-Mu di manapun aku berada. Teguhkanlah kesaksian hidupku dengan kuasa-Mu. Berkatilah diriku dengan keberhasilan di dalam semua hal yang aku kerjakan dan yang berkenan kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sang Gembala Agung yang mengasihi kawanan domba-Nya aku berdoa. Amin.

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

Selasa, 23 Januari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

8 Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur. 9 Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman. (Mazmur 4:8, 9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Lalu firman-Nya: "Akulah Allah, Allah ayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana. 4 Aku sendiri akan menyertai engkau pergi ke Mesir dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali; dan tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak matamu nanti."

5 Lalu berangkatlah Yakub dari Bersyeba, dan anak-anak Israel membawa Yakub, ayah mereka, beserta anak dan isteri mereka, dan mereka menaiki kereta yang dikirim Firaun untuk menjemputnya. 6 Mereka membawa juga ternaknya dan harta bendanya, yang telah diperoleh mereka di tanah Kanaan, lalu tibalah mereka di Mesir, yakni Yakub dan seluruh keturunannya bersama-sama dengan dia. 7 Anak-anak dan cucu-cucunya laki-laki dan perempuan, seluruh keturunannya dibawanyalah ke Mesir. (Kejadian 46:3-7)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Allah sanggup memberkati umat-Nya tanpa bergantung kepada tempat di mana kita sedang berada. Adakalanya orang berpendapat bahwa ia tidak dapat mengalami keberhasilan karena dirinya berada di tempat yang sukar. Dengan kata lain, ia beranggapan bahwa keberhasilan dirinya tergantung kepada lokasi dan bukan kepada Allah. Atau, kalaupun ia percaya bahwa hidupnya tergantung kepada Allah, namun Allah tidak dapat memberkati karena Ia dibatasi oleh lokasi. Padahal yang benar adalah bahwa Allah tidak dapat dibatasi oleh apapun juga. Lokasi yang sukarpun tidak akan mampu membatasi kesanggupan-Nya. Itu sebabnya Ia sanggup untuk memberkati umat-Nya di manapun mereka sedang berada.

 

Hal tersebut Allah kemukakan di dalam Kejadian 46. Kepada Yakub Ia berkata agar jangan takut untuk pergi ke Mesir guna tinggal bersama dengan anaknya, yaitu Yusuf. Allah berjanji bahwa Ia akan membuat Yakub menjadi bangsa yang besar di negeri Mesir. Dengan kata lain, Allah akan menggenapi janji yang pernah Ia ucapkan kepada Abraham dan Ishak, yaitu kakek dan ayah dari Yakub, walaupun Yakub tinggal di Mesir. Singkat kata, Ia sanggup memberkati Yakub di manapun dirinya sedang berada. Tidak ada keadaan yang sesukar apapun juga yang dapat membatasi Allah untuk menggenapi janji-Nya.

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Jika Allah tidak dapat dibatasi oleh lokasi, lalu menurut Anda apakah yang membatasi berkat-Nya atas diri Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ampunilah diriku karena adakalanya aku meragukan kemampuan dan kebaikan-Mu. Sehingga sebaliknya dengan sungguh-sungguh bergantung kepada-Mu, aku acapkali lebih mengandalkan manusia dan diriku sendiri. Padahal sikap bimbang inilah yang membatasi diriku dari mengalami berkat-berkat-Mu. Tuhan, tambahkanlah imanku dan tolonglah diriku untuk tetap berserah kepada-Mu serta menaati firman-Mu. Sehingga di manapun dan di dalam situasi yang bagaimanapun aku tetap dapat mengalami seluruh kebaikan dan berkat-berkat-Mu.

 

Ya, Allahku, aku berterima kasih untuk kesempatan yang telah Engkau berikan kepadaku untuk menikmati kemurahan-Mu di sepanjang hari ini. Engkau telah membuka berbagai kesempatan yang indah bagi diriku untuk mengalami kasih setia-Mu. Engkau juga menjamin masa depanku dengan hari esok yang indah dan penuh pengharapan. Aku mengucap syukur dan memasrahkan seluruh hidupku ke dalam tangan-Mu melalui Yesus Kristus, Sang Pengantara yang Tunggal. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.